GOES TO BANTEN
“semua orang bisa menjadi apapun dengan membaca”
Saat LKMS 2017 yang di adakan Mahad Universal berkunjung ke Banten. Hari terakhirnya kami dibawa ke rumah penulis Gol A Gong. Di Rumah Dunia Gol A Gong, saya banyak mendapatkan pelajaran khususnya pentingnya membaca. Karena dari membaca, kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Seperti penulis Gol A Gong, ia menjadi penulis hebat karena dari kecil sudah dibiasakan membaca. Walaupun ia kehilangan tangannya saat berusia 11 tahun, ia tidak pernah bersedih hati, apalagi berputus asa. Orangtuanya pun begitu peduli pada anaknya, mereka mendidik anaknya untuk tetap bersabar dan lebih rajin lagi membaca, agar tidak mengingat kekurangannya dan tentunya dengan membaca dapat membuka cakrawala bagi Gol A Gong.
Karena itulah, Gol A Gong kecil tidak pernah merasa kehilangan tangan. Ia tetap bermain dan belajar layaknya anak kecil lainnya, tanpa merasa memiliki perbedaan dengan yang lainnya. Gol A Gong pun menyukai olahraga bathminton, karena itu ia banyak mengikuti turnamen bathminton, hingga mengalahkan teman-temannya yang memiliki dua tangan. Darisitulah, kita dapat mengambil pelajaran, bahwa apapun kekurangan yang kita miliki, kita tidak boleh minder dan merasa menjadi orang yang tidak berguna. Tapi, kita harus percaya diri bahwa kita bisa dan tentunya dengan usaha yang maksimal.
Selain itu, Gol A Gong pun sejak kecil sudah bercita-cita memiliki Rumah Dunia, dimana di rumah itu berisi banyak buku bacaan yang menghimpun semua tentang dunia, juga tempat agar orang-orang suka membaca dan menulis dan dapat menambah wawasannya. Karena itu, ia meminta izin pada orangtua untuk menjadi seorang penulis. Orangtua Gol A Gong mengizinkan Gol A Gong menjadi penulis, ia pun masuk jurusan sastra UNPAD, dan ia pun banyak mengirimkan tulisan ke berbagai surat kabar.
Tapi, karena hasil tulisan yang dikirim hanya dihargai Rp 3.000 per tulisan, tentunya tidak akan cukup untuk membangun Rumah Dunia. Karena itu, Gol A Gong pun mulai menulis novel “Balada Si Roy”. Akhirnya, novel itu meledak di pasaran dan sempat dibuatkan sinetronnya. Dan darisitulah Gol A Gong mulai terkenal dan akhirnya membangun Rumah Dunia yang telah ia impikan. Nama Gol A gong sendiri adalah nama penanya yang artinya “menjadi apapun kamu, pada akhirnya semua itu atas izin Allah”, itu merupakan nasihat dari orangtuanya yang selalu ia ingat, karena itu ia jadikan nama pena agar saat nama Gol A Gong disebut, ia akan terus mengingat nasihat orangtuanya.
Dari kisah Gol A Gong itulah, saya mengerti bahwa membaca itu penting. Walaupun kita memiliki kekurangan, tapi dari membaca kita menjadi orang yang hebat tanpa memiliki kekurangan apapun. Darisitulah saya mulai bersemangat untuk lebih rajin lagi membaca, karena jadi apapun yang saya inginkan saya bisa mewujudkannya dengan membaca juga usaha dan do’a tentunya.
Terimakasih Mahad Universal dalam LKMS 2017 ini yang telah membawaku mengunjungi tempat-tempat yang memotivasiku, khususnya di Rumah Dunia yang telah memberikanku semangat membaca juga rasa percaya diri yang lebih tinggi lagi. Semoga saya pun bisa seperti Gol A Gong, dapat menjadi penulis dan membuat Rumah Dunia agar yang lain pun termotivasi untuk membaca.
“semua orang bisa menjadi apapun dengan membaca”
Saat LKMS 2017 yang di adakan Mahad Universal berkunjung ke Banten. Hari terakhirnya kami dibawa ke rumah penulis Gol A Gong. Di Rumah Dunia Gol A Gong, saya banyak mendapatkan pelajaran khususnya pentingnya membaca. Karena dari membaca, kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Seperti penulis Gol A Gong, ia menjadi penulis hebat karena dari kecil sudah dibiasakan membaca. Walaupun ia kehilangan tangannya saat berusia 11 tahun, ia tidak pernah bersedih hati, apalagi berputus asa. Orangtuanya pun begitu peduli pada anaknya, mereka mendidik anaknya untuk tetap bersabar dan lebih rajin lagi membaca, agar tidak mengingat kekurangannya dan tentunya dengan membaca dapat membuka cakrawala bagi Gol A Gong.
Karena itulah, Gol A Gong kecil tidak pernah merasa kehilangan tangan. Ia tetap bermain dan belajar layaknya anak kecil lainnya, tanpa merasa memiliki perbedaan dengan yang lainnya. Gol A Gong pun menyukai olahraga bathminton, karena itu ia banyak mengikuti turnamen bathminton, hingga mengalahkan teman-temannya yang memiliki dua tangan. Darisitulah, kita dapat mengambil pelajaran, bahwa apapun kekurangan yang kita miliki, kita tidak boleh minder dan merasa menjadi orang yang tidak berguna. Tapi, kita harus percaya diri bahwa kita bisa dan tentunya dengan usaha yang maksimal.
Selain itu, Gol A Gong pun sejak kecil sudah bercita-cita memiliki Rumah Dunia, dimana di rumah itu berisi banyak buku bacaan yang menghimpun semua tentang dunia, juga tempat agar orang-orang suka membaca dan menulis dan dapat menambah wawasannya. Karena itu, ia meminta izin pada orangtua untuk menjadi seorang penulis. Orangtua Gol A Gong mengizinkan Gol A Gong menjadi penulis, ia pun masuk jurusan sastra UNPAD, dan ia pun banyak mengirimkan tulisan ke berbagai surat kabar.
Tapi, karena hasil tulisan yang dikirim hanya dihargai Rp 3.000 per tulisan, tentunya tidak akan cukup untuk membangun Rumah Dunia. Karena itu, Gol A Gong pun mulai menulis novel “Balada Si Roy”. Akhirnya, novel itu meledak di pasaran dan sempat dibuatkan sinetronnya. Dan darisitulah Gol A Gong mulai terkenal dan akhirnya membangun Rumah Dunia yang telah ia impikan. Nama Gol A gong sendiri adalah nama penanya yang artinya “menjadi apapun kamu, pada akhirnya semua itu atas izin Allah”, itu merupakan nasihat dari orangtuanya yang selalu ia ingat, karena itu ia jadikan nama pena agar saat nama Gol A Gong disebut, ia akan terus mengingat nasihat orangtuanya.
Dari kisah Gol A Gong itulah, saya mengerti bahwa membaca itu penting. Walaupun kita memiliki kekurangan, tapi dari membaca kita menjadi orang yang hebat tanpa memiliki kekurangan apapun. Darisitulah saya mulai bersemangat untuk lebih rajin lagi membaca, karena jadi apapun yang saya inginkan saya bisa mewujudkannya dengan membaca juga usaha dan do’a tentunya.
Terimakasih Mahad Universal dalam LKMS 2017 ini yang telah membawaku mengunjungi tempat-tempat yang memotivasiku, khususnya di Rumah Dunia yang telah memberikanku semangat membaca juga rasa percaya diri yang lebih tinggi lagi. Semoga saya pun bisa seperti Gol A Gong, dapat menjadi penulis dan membuat Rumah Dunia agar yang lain pun termotivasi untuk membaca.
😍
BalasHapus